Selasa, 28 Juli 2015

Transit a la Anak Mall di KLIA 2

Kemarin, ngga sengaja saya membaca berita yang cukup mengagetkan tentang kondisi Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA 2) yang baru saja dibuka untuk publik tengah tahun 2014 lalu. Dengan judul "KLIA 2 is now sinking", diberitakan bahwa terdapat retakan-retakan di runway bandara dan jalur landasan ber-aspal tersebut tergenang oleh air sehingga seperti membentuk kolam besar.

Tidak menyangka juga sih kalau Malaysia pun memiliki persoalan yang juga sering terdengar di Indonesia : infrastruktur yang baru dibangun dengan dana super besar (terkadang sampai over budget) namun tak lama sudah memperlihatkan bobrok-bobroknya. Yah, secara landasan pesawat itu ibarat jantungnya suatu airport, semoga segera dibereskan total deh. Apalagi KLIA 2, yang merupakan markas besar low cost airlines AirAsia, adalah titik hub jutaan wisatawan jelata bermodal tiket promo yang ingin menapak dunia (kayak saya). Kita kan maunya hemat dan aman dari segala aspek yaah.

Di samping adanya masalah di atas, saya sebenarnya cukup menyukai bandara yang satu ini. Terakhir landing di sana adalah pada awal tahun 2015 lalu di mana saya memilih transit di KLIA 2 dari Medan sebelum pulang ke Balikpapan keesokan harinya. Asik yah, perginya antar provinsi dalam negeri (Medan-Balikpapan), tapi transitnya ke luar negeri segala. Apa boleh buat, awal tahun harga tiket memang terbang melayang dan yang paling murah justru mampir dulu ke KL pake AirAsia. Bahkan udah dihitung dengan ongkos nginep segala, tetap lebih murah lewat KL loh. Anyway, waktu landing dan take off terakhir di sana sih landasannya kayaknya mulus-mulus aja, belum ada gangguan.

Karena waktunya sempit (nyampe di KL siang menjelang sore dan jadwal ke Balikpapan jam 8 besok paginya), akhirnya kita mutusin untuk stay aja di sekitar bandara. Andai kita nyampe KL tengah malem sih mungkin kita akan milih nginep aja di kursi-kursi Texas Chicken kayak pas pulang dari Jepang dulu, tapi karena masih siang dan kita mau hidup agak enak, akhirnya kita book kamar di Tune Hotel yang berlokasi di sekitar bandara (tinggal ngesot!). Dan ternyata, overnight transit di KLIA 2 menyenangkan!

Penyebabnya adalah tidak lain karena fasilitas airport yang udah kayak mall. Banyak toko-toko besar buka lapak di mari, dari segala macam restoran (western fast food chain, jepang, peranakan, melayu, etc), fashion (Vincci, Charles & Keith --> inceran turis indonesia banget ini), toko buku, groceries, sampe tempat pijat! Buat anak Balikpapan sih, mall kayak gini udah lebih dari cukup. Apalagi saya juga bukan tipe yang tukang belanja kan, jadi segitu juga udah bikin betah.

Yang saya sendiri lakukan selama transit a la anak mall ini adalah :

1. PIJET! Ini salah satu hobi akut saya sejak masih kecil, apalagi kemarin abis dari kawinan tuh rasanya pegel benar badan ini. Selain itu, tempat saya pijet ini, Thai Odyssey, katanya bener-bener recommended kalo mao nyoba Thai Massage. Therapistnya juga konon semuanya impor dari Thailand. Okelah saya coba yang 30 menit, meski harus meringis karena ongkos pijet sebentar gitu aja kurang lebih 200 rebu kalo dirupiahkan (kalo di Thailand-nya sendiri mungkin segitu udah dapet plussss banget kali yah :p). Tapi emang enyaakkk sihh.. mbak therapist-nya beneran orang Thailand (agak susah ngomong bahasa enggrisnya). Badan saya ditarik-tarik, diputer, diplintir.. awww.. awww.. tapi enak kok. Meski level keenakannya ga beda jauh dari tempat saya biasa pijet di Nakamura Balikpapan sih (mungkin faktor harga kemahalan juga mempengaruhi level keenakan).





2. Makan, Nah ini juga sih yang saya demen. Apalagi pas keliling-keliling, ketemulah saya dengan restoran Ramenten, restoran masakan Jepang asal Singapur yang telah bersertifikat HALAL (ini harus di-highlight!). Karena langka banget restoran ramen bersertifikat halal, langsunglah saya semangat memesan ramen dan takoyaki untuk makan siang. Lumayan aja sih memang rasanya, masih enakan ramen halal di Kansai Airport (yaeyalah). Oh iya, di sini makan berdua habis hampir 400 rebu (mewek di pojokan). Untuk makan malamnya sendiri, kita pilih di Nanny's Pavillon sebagai bentuk dukungan pada produk Indonesia wahaha.

3. Belanja cemilan di Jaya Grocer. Asik bener memang ada supermarket gede di bandara. Langsunglah kita belanja berbagai cemilan cantik beraneka rupa dan buah-buahan untuk bekal di hotel.




4. Sightseeing! Meski ngga belanja (kekep dompet), cukup menyenangkan untuk sekedar window shopping di "mall" yang nyaman dengan banyak toko-toko yang wallet-catching ini.

Jadi kesimpulannya, KLIA 2 ini tempat yang oke banget untuk transit. Selain Tune Hotel milik AirAsia, di lantai bawah bandara juga ada Capsule Hotel buat yang mau bobo-bobo kilat di atas kasur sebelum terbang kembali. Tempatnya juga aman, even kalo mau overnight di emperan-emperannya juga ga ada yang gangguin kok. Dan beberapa restoran tetap buka 24 jam buat yang mau overnight di kursi busa dengan sandaran meja (modal dikit pesen paket paling murah-lah).

Makanya, supaya makin oke, semoga masalah landasan ini cepet beres yah. Tapi kalo belom ada warning khusus sih harusnya masih aman aja mendarat di sana.

Sekiaann~~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar